Merpati Putih Alm. Chrisye

Posted: Rabu, 30 Mei 2012 by Rizki Andriansyah in
0

Mengering sudah bunga dipelukan
Merpati putih berarak pulang
Terbang menerjang badai
Tinggi di awan
Menghilang di langit yang hitam

Selamat berpisah kenangan bercinta
Sampai kapankah jadinya
harus menunggu
hari bahagia seperti dulu

Bersama kasih kembali mesra
Bercumbu lagi memadu satu
Janji berjuta bintang
Dalam pelukan sehangat pagi yang terang

Aku dan sisi Gelapku

Posted: Selasa, 29 Mei 2012 by Rizki Andriansyah in
0

lembut bagaikan air

lentur bagaikan cambuk

Tegar bagaikan tombak

Sabar bagaikan cadas terkikis air

Halus Bagaikan Pedang

Itulah aku

Jika di pandang dari dua sudut berbeda

Yang siap melukai siapa saja

Jika diriku terancam

membuktikan bahwa musuh adalah "sahabat" tersembunyi

Posted: Senin, 28 Mei 2012 by Rizki Andriansyah in
0

"musuh tetaplah musuh" 
dan itu tidak bisa gw diterima 
Bisa jadi musuh tak selamanya menjadi musuh
dan sahabat pun tak selamanya menjadi sahabat
karena ALLAH maha membolak-balikkan hati
manusia hanyalah makhluk lemah yang sangat mudah tertipu
Apa yang selama ini kita sangka sahabat
belum tentu sahabat
sedangkan apa yang kita sangka musuh
bisa jadi dia lah yang membentuk diri kita
menjadi lebih kuat 
(dan itu membuktikan bahwa musuh adalah "sahabat" tersembunyi kalian)
namun tidak dengan gw
menurut gw
sahabat gw itu tetep hati gw
because dya yg selalu ngrasain
sakit dan senangnya gw
"I LOVE MY HEART"
emmmuah muah muah muah muah wekekekekek

PENYELESAIAN SEBUAH PERSELISIHAN

Posted: by Rizki Andriansyah in
0

saat dimana suatu perselisihan datang

 emosi jiwa dan amarah telah sampai di kepala

jangan sekali-kali engkau coba

 untuk berani melontarkan kata-kata

dalam keadaan seperti itu

jangan, jangan, dan jangan

lebih baik diam dan renungi

berwudhu, bersabar dan berdoalah

untuk kebaikan semuanya

ucapan yang terucap  kala itu

keluar bagaikan sembilu

yang menusuk hati seseorang 

sampai di akhir nanti akan membekas

menancap kedalam relung-relung hati yang paling dalam

Pasrahkan semuanya

Pada Zat yang paling Kuasa

dan Maha Pencipta

Posted: by Rizki Andriansyah in
0

segala sesuatu yg sulit
 akan menjadi sulit
 jika anda mengerjakan sesuatu tersebut dengan tergesah2
 atau penuh dengan tekanan
 
tapi sesuatu yg sulit
 akan lebih mudah jika dkerjakan dengan sikap tenang
 dan hati yang ikhlas

..::::Enjoy Your Self::::..

LAKNATULLAH

Posted: by Rizki Andriansyah in
0


jiwa yang terikat rantai pertanyaan

melangkah patah dan tertinggal

terpenjara tanpa teralis

wajah baru perbudakan

memelihara kemunafikan

kepalsuan menikam..api neraka yang samar

bernafaskan kecemasan..

nilai sakral semaki terbelakang

ciptakan harmonisasi paduan suara duka..nada suram yang bergema

kebenaran semu yang terpancar dari mata hitam yang tak bersinar

ciptakan budak kekhawatiran

sirkulasi kecemasan berputar

diam lemah tak berdaya

tersumpal dogma penuh kepalsuan

sirkulasi kecemasan

mata rantai pertanyaan

"EGO"

Posted: Kamis, 24 Mei 2012 by Rizki Andriansyah in
0

Aku belajar sabar dari kemarahan

Aku belajar mengalah dari sebuah kegoisan

Aku belajar untuk tetap bicara saat kau diamkan

Aku belajar untuk tetap tegar ketika cemburu datang

Sepiku bukan berarti hilangku, diamku bukan berarti lupaku

Jika kamu tidak punya waktu untukku, aku mengerti

Jika kamu tidak bisa lepas untuk mencintaiku aku, aku mengerti

Jika kamu tidak bisa mengerti perasaanku, akupun mengerti

Tapi jika suatu hari aku berhenti mencintaimu

Itulah giliranmu untuk mengerti

"Hemp"
 

hemph

Posted: by Rizki Andriansyah in
0

gw coba tahan semua amarah yg ada krna efek dari sesuatu yg menurut gw, gw g melakukannya gw cba trus tahan sekuat hati, dgn harapan hati ini kuat dn terbiasa menghadapi hari2 esok yg g ada akhir sama qm. rasa ini tlah mati tuk yg lain tapi, akan sllu hdup untuk mu.

AH sial...!!!

Posted: Selasa, 22 Mei 2012 by Rizki Andriansyah in
0

kemaren malem, bis mandi, gw duduk d warnet tmen gw, kebetulan ada 1 tmen gw yg emang hampir tiap malem dstu, sampe yg nyokapnya tmen gw yg punya warnet ja jenuh liat dia du2k d stu, nah gw bakar dh duit g kepake d dompet gw (orang kaya), ck... seeeep.... fuuuuu..... langsung deh kluar jin dari 1 batang mild yg trus2an ngebuat dompet gw kekurangan gizi tiap hari,trus nengok dh k arah sbelah kiri gw sambil ketawa hehehe , gw bilang k tmen gw "roko g lu?" tmen gw nyaut "mang ada lg?" gw "kagak" tmen gw "knp nawarin?" gw "kan bisa joinan qt hehehe"(pdahal mah sengaja w cuma bawa 1 "makanya jgn minta mulu)" nah sampe situ w liat ada 5 orang pake udeng udeng yg segede konde ibu2 klo lg kondangan, ktnya si musafir. klo menurut dari pa yg mata gw liat, kynya c mreka lg nyadarin tmen2 gw yg lg pada nongkrong d dpan gang warnet, gw ketawa aja sma tmen gw wlwpun gw tau tmen d sbelah gw ini msh ksel sma roko yg gw isep sendirian wkwkwkwk udh itu gw ngobrol dh ma tmen gw, dari timur ke barat selatan ke utara ah pokoknya apa ajalah d omongn, dri masalah cuaca,masalah warnet sampe kucing pincang yg lewatpun jadi topik hangat buat gw. gak lama gw denger kaya ada orang ke tiga yg ikut nimbrung pembicaraan gw ma tmen gw "assalammualaikum" katanya negok kesamping "ngok" aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh siaaaaaaal...... 5 orang musafir tu dateng mimpi buruk bwt gw ma tmen gw KARENA UDEH KENA TANGGUNG gw jawab "ia waalaikumsalam" "anak muda siapa namamu" nah gw sebutin nama gw n nama tmen gw trus dengan jiwa yg suaaaaaaangat besar dan bersahaja dia mengenalkan dirinya smbil menundukan kepalanya (gak tau malu atau ngntuk)dya bilang !@$*@#)_%($*_@($)#_+?:>">@#!>?" mengajak anda saudara qu buat ngumpul menyiarkan islam dalam hti gw bilang, apa iya itu contoh musafir jaman sekarang, yg rela ninggalin anak istri demi kepentingan agamanya? "ayo mari ambil sarung di dalam sekarang, ikut kami berikhtiar di musholah" (mereka ngira warnet itu rumah gw n tmen gw, hahaha gw ketawa ajah) oh iya pak insya allah. "loh knp mesti insya allah?" hati w ngomonglg y ialah tar klo gw ia in tau2 gw ada halangan atau gw mati 1 menit kedepan gmn?. tu musafir teteeeeeep jah ngajak gw, klo d ajak nnton suju atw ledy gaga gw mau dh buru buru wkwkwkwkwk #becanda bukannya mau gw mau nolak ajakan mereka, siapa sih yg g mau syi'arin agamanya atau perjuangin agamanya, semua orng pasti mau lah, tapi gak dengan cara kaya gitu juga kali. sekarang gini seandainya gw suka sama cabe, apa ia musafir tersebut mau makan Cabe? pasti ada lah penolakan dari mereka, apa lu setuju klo paara musafir tidur, masak, makan, bahkan menjemur pakaian di area masjid atau musholah?mending klo d luar, gw pernah masuk wc masjid, ternyata eh ternyata, ddalem nya tuh ada sangkar burung yg g punya sayap ckckc miris kata temen gw "tau gitu gw bilang aja gw orang keristen td" hahahahahaha

Sahabat itu berbeda dengan teman hang out

Posted: Senin, 21 Mei 2012 by Rizki Andriansyah in
0

setelah gw pelajari dari blog demi blog yg berisi tentang apa yg namanya sahabat, akhirnya gw nemuin apa arti sahabat dan fungsinya sahabat itu adalah teman yang benar-benar dekat sampai tahu hal-hal kecil tentang kita! sekali lagi "TENTANG KITA" Contoh: d kehidupan gw ada seseorang, gw sebut aja c "A", nah A ini mempunyai seorang sahabat yg gw sebut c "B" dengan enteng c A menyebut, dia itu sahabat gw. Tapi ketika ditanya ini itu tentang c B yang berhubungan dengan keluarga, pendidikan dan lain-lain, c A bingung jawabnya. Dari situ saya mikir, apa mungkin ini sahabat yang baik? Dulu gw udah ngerasain pahitnya persahabatan ketika Ketika gw bilang dia sahabat gw, ternyata dia hanya memanfaatkan apa yang gw punya dan lain-lain. Ketika gw sedang jatuh, dia malah ninggalin karena merasa ga ada yang bisa diberikan oleh gw. Cuma segitu arti persahabatan ?? "PERLU DIINGAT: "terkadang teman hang out itu berbeda dengan Sahabat" MEMILIKI sahabat yang paling mengetahui rahasia terdalam, menjadi hal yang menyenangkan. Di mana saat Anda menghadapi kondisi down, dia selalu ada dan siap membantu Anda. Karena dia tempat Anda bergantung dan mempercayakan seluruh rahasia. Namun, apa jadinya bila sahabat yang kita miliki adalah lawan jenis? Apakah tidak menutup kemungkinan terjadinya perkembangan hubungan ke arah lebih lanjut? waaaaaaaawwwww... dari apa yg gw bacaMenurut Bondan, berubahnya status persahabatan di antara pria dan wanita karena adanya perasaan secure (nyaman) yang merupakan komponen kebutuhan afeksi (perasaan). "Perasaan nyaman secara emosional baik karena ada rasa diperhatikan, disayangi dan hal-hal kecil yang tidak diperoleh dari orang lain meluluhkan hati seseorang untuk mengubah pertemanan menjadi kekasih. Selain itu, dari segi logika pun merasa nyambung. Artinya, dapat berkomunikasi dan berdiskusi dengan lancar," papar konsultan untuk SDM di beberapa perusahaan itu. Psikolog Bondan Seno Prasetyadi mengungkapkan bahwa hal tersebut bisa saja terjadi.

sahabatku adalah hatiku

Posted: by Rizki Andriansyah in
0

Salahkah aku jika aku salah seorang dari sekian banyak yang menyatakan persahabatan ini tidak menarik? Salahkah aku jika aku salah seorang dari sekian banyak yang menyatakan persahabatan ini berlebihan? Karena bagiku, persahabatan ini berada di antara kata “menarik” dan “berlebihan”. Tahukah kau artinya menarik bagiku? Menarik, karena ketika aku berada dalam kondisi sulit dan senang, belum tentu kau ada disana, kawan. Karena belum tentu itu menarik buatmu. Dan tahukah kau artinya berlebihan? Berlebihan, karena ketika aku berharap semua ideal dan ada di tanganku, belum tentu kau menikmatinya, kawan. Karena itu menjemukan buatmu. Dimanakah sebenarnya aku meletakkan persahabatan ini? Sabar kawan, aku ingin meletakkannya “di sini”. Di tempat yang tak bisa kita jamah, tapi selalu bisa kita rasakan. Di tempat yang tak ada ruang untuk sekedar memaparkan keindahan atau tuntutan memuakkan. Di tempat bernama “hati”. Hingga rasa membutakan semua mata, menelisik ke dalam, dan menyentuh urat nadi terakhir ku.

Lelaki Pecundang

Posted: Senin, 14 Mei 2012 by Rizki Andriansyah in
0

seorang pecundang tuh tak tahu sama apa yang dilakukannya kalo kalah, tapi sesumbar apa yang dilakukannya bila menang. Sedangkan pemenang tak berbicara apa yang akan dilakukannya bila ia menang, tetapi tahu apa yang dilakukannya bila ia kalah (Eric Berne)

Kekayaan Sebuah Kesedihan

Posted: Minggu, 13 Mei 2012 by Rizki Andriansyah in
0

mungkin sebagian orang melihat tawa qu itu bahagia qu tapi jujur jauh didlm bagin tubuh qu hancur diatas tawa qu ini menurut qu, tawa qu hanyalah sebagian dari komedy hidup qu yg kecil dan rapuh agar diri ini tetap tersenyum untuk org yang tak mau qu sakiti walaupun qu tersakiti "tetap tegar, tabah dn sabar"

Surat untuk Allah

Posted: Kamis, 10 Mei 2012 by Rizki Andriansyah in
0

g tau mesti bilang apa, atau kenapa pada jalan hidup ni, kenapa selalu ada secercah cahaya kalau akhirnya kau berikan qu setetes nila pada air dalam gelas khidupan ini apa salah qu? apa qu lupa memberi tutup plindung pada air dlm gelas qu? allah hanya kau yg bisa merubah keterpurukan qu ini

Doa ku hari ini

Posted: by Rizki Andriansyah in
0

Hari ini aku akan mencerahkan hati dan pikiranku dengan rasa syukur atas semua nikmat yang sudah ada dalam kehidupanku. Aku akan membesarkan hatiku dengan harapan-harapan yang baik. Kemudian aku akan lebih ikhlas bertindak, meninggalkan keraguan dan dugaan buruk, agar lebih cepat aku sampai kepada rezeki baik yang kutuju itu, atau agar Engkau mendorong rezekiku dan meletakkannya dekat-dekat di depan langkah majuku. Tuhanku, aku memperhatikan bahwa semua orang yang berbahagia memiliki kesamaan, yaitu kedekatan jiwa denganMu.

pemuas hati

Posted: Rabu, 09 Mei 2012 by Rizki Andriansyah in
0

Engkau yang hatinya sedang bersedih dalam kekecewaan karena menyadari bahwa pekerjaannya tidak membuahkan hasil sebaik yang diharapkannya, sini … duduklah dekat denganku … Memang terkadang sulit bagi kita untuk mengerti alasan dan tujuan dari kesulitan dalam kehidupan ini. Terkadang kita melihat orang yang tidak jujur, penuh dusta, dan sombong dalam ketamakan - mudah sekali mendapatkan hasil dari usahanya, termasuk dari usaha pencurian hak sesamanya. Padahal pada saat yang sama, ada dari kita yang mengais rezeki kecil yang tak pasti - dalam kejujuran dan kesabaran, dan tak mendapatkan hasil sebaik yang kita harap seharusnya memuliakan orang-orang yang jujur dan sabar. Terkadang kita melihat orang menghasilkan banyak keuntungan dari pekerjaan yang niatnya tidak jujur dan yang dibenci oleh banyak orang. Tapi pada saat yang sama, kita menyaksikan orang-orang alim bekerja keras untuk hasil yang kecil dan kurang untuk membiayai kehidupan yang sederhana. Tapi Tuhan kita Maha Penyayang, Pasti ada maksud dari ketimpangan yang terasa seperti ketidak-adilan ini. Tuhan tidak mungkin merencanakan penderitaan bagi orang-orang jujur yang mencintaiNya, dan membuat kita semua berkecil hati menyaksikan dimanjakannya para pencuri dengan kehidupan yang baik. Tiada maksud Tuhan kecuali memuliakan kita. Tuhan Maha Adil dan mengetahui alasan dari semua yang terjadi. Hanya saja, kita berharap agar Tuhan tidak menjadikan ini semua terlalu sulit bagi pengertian kita yang sederhana dan sangat terbatas ini. Maka, Tuhan kami Yang Maha Kasih, Ijinkanlah kami datang kepadaMu untuk memohon agar Engkau tak memperpanjang ketidak-mengertian kami akan perilaku kehidupan yang tampil seperti tidak seimbang ini. Mudahkanlah bagi kami yang jujur dan mencintaiMu untuk hidup dengan damai dan terpenuhi. Kami tidak meminta yang berlebihan, karena tidak ada kesombongan, ketamakan, dan kesia-siaan di dalam hati dan serat otot kami. Kami tidak meminta para pencuri dan penista hak sesama itu untuk segera Kau basmi, karena kehidupan ini telah menunjukkan bahwa mereka seperti kebal hukum manusia dan seperti santai saja menghadapi hukum langit. Kami hanya meminta agar Engkau menyemangati kami yang setia kepada yang benar. Janganlah Kau biarkan sebagian dari kami yang hatinya lemah, terperdaya oleh mudahnya kejahatan, karena mereka lama tersiksa dalam kejujuran yang miskin. Tuhan, bantulah kami merasa percaya diri di dalam kejujuran kami, bantulah kami untuk tetap berharapan baik dalam kerja keras kami, dan bantulah kami untuk tetap setia kepada pekerjaan dan kehidupan yang membahagiakan sesama. "Tidak ada orang yang mengatakan dirinya beriman, lalu dia tidak diuji." Tuhan … kami menerima ketetapan itu dengan ikhlas. Hanya saja kami mohon, janganlah Kau uji kami dengan cara yang membuat kami kecil hati dengan kebaikan dan melihat keburukan lebih popular daripada kebaikan. Jagailah iman kami. Semangatilah kami untuk selalu setia kepada kebenaran. Semangatilah kami untuk tetap menjadi orang baik. Banggakanlah kami, bahwa betul berbeda orang yang melakukan kebaikan dari yang melakukan keburukan. Banggakanlah kami akan kesetiaan kami kepadaMu. Aamiin

AWAL MULANYE WARGE BETAWIE

Posted: Rabu, 02 Mei 2012 by Rizki Andriansyah in
0

Betawi adalah cerminan dari kebudayaan Betawi secara umum, yang merupakan hasil perkawinan berbagai macam kebudayaan, baik yang berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara maupun kebudayaan asing. Dalam bidang kesenian, misalnya, orang Betawi memiliki seni Gambang Kromong yang berasal dari seni musik Cina, tetapi juga ada Rebana yang berakar pada tradisi musik Arab, Keroncong Tugu dengan latar belakang Portugis-Arab,dan Tanjidor yang berlatarbelakang ke-Belanda-an. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa. Mereka adalah hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa di masa lalu. Seorang budak belian perempuan dari Bali. Diawali oleh orang Sunda, sebelum abad ke-16 dan masuk ke dalam Kerajaan Tarumanegara serta kemudian pakuan Pajajaran. Selain orang Sunda, terdapat pula pedagang dan pelaut asing dari pesisir utara Jawa, dari berbagai pulau Indonesia Timur, dari Malaka di semenanjung Malaya, bahkan dari Tiongkok serta Gujarat di India. Waktu Fatahillah dengan tentara Demak menyerang Sunda Kelapa (1526/27), orang Sunda yang membelanya dikalahkan dan mundur ke arah Bogor. Sejak itu, dan untuk beberapa dasawarsa abad ke-16, Jayakarta dihuni orang Banten yang terdiri dari orang yang berasal dari Demak dan Cirebon. Sampai JP Coen menghancurkan Jayakarta (1619), orang Banten bersama saudagar Arab dan Tionghoa tinggal di muara Ciliwung. Selain orang Tionghoa, semua penduduk ini mengundurkan diri ke daerah kesultanan Banten waktu Batavia menggantikan Jayakarta (1619). Pada awal abad ke-17 perbatasan antara wilayah kekuasaan Banten dan Batavia mula-mula dibentuk oleh Kali Angke dan kemudian Cisadane. Kawasan sekitar Batavia menjadi kosong. Daerah di luar benteng dan tembok kota tidak aman, antara lain karena gerilya Banten dan sisa prajurit Mataram (1628/29) yang tidak mau pulang. Beberapa persetujuan bersama dengan Banten (1659 dan 1684) dan Mataram (1652) menetapkan daerah antara Cisadane dan Citarum sebagai wilayah kompeni. Baru pada akhir abad ke-17 daerah Jakarta sekarang mulai dihuni orang lagi, yang digolongkan menjadi kelompok budak belian dan orang pribumi yang bebas. Sementara itu, orang Belanda jumlahnya masih sedikit sekali. Ini karena sampai pertengahan abad ke-19 mereka kurang disertai wanita Belanda dalam jumlah yang memadai. Akibatnya, benyak perkawinan campuran dan memunculkan sejumlah Indo di Batavia. Tentang para budak itu, sebagian besar, terutama budak wanitanya berasal dari Bali, walaupun tidak pasti mereka itu semua orang Bali. Sebab, Bali menjadi tempat singgah budak belian yang datang dari berbagai pulau di sebelah timurnya. Orang Tiong Hoa senang main kartu. Lukisan A van Pers dari tahun 40-an abad yang lalu, yang diterbitkan pada tahun 1856 di Den Haag. Sementara itu, orang yang datang dari Tiongkok, semula hanya orang laki-laki, karena itu mereka pun melakukan perkawinan dengan penduduk setempat, terutama wanita Bali dan Nias. Sebagian dari mereka berpegang pada adat Tionghoa (mis. Penduduk dalam kota dan ‘Cina Benteng’ di Tangerang), sebagian membaur dengan pribumi (terutama dengan orang Jawa dan membentuk kelompok Betawi Ora, mis: di sekitar Parung). Tempat tinggal utama orang Tionghoa adalah Glodok, Pinangsia dan Jatinegara. Keturunan orang India -orang koja dan orang Bombay- tidak begitu besar jumlahnya. Demikian juga dengan orang Arab, sampai orang Hadhramaut datang dalam jumlah besar, kurang lebih tahun 1840. Banyak diantara mereka yang bercampur dengan wanita pribumi, namun tetap berpegang pada ke-Arab-an mereka. Di dalam kota, orang bukan Belanda yang selamanya merupakan mayoritas besar, terdiri dari orang Tionghoa, orang Mardijker dari India dan Sri Lanka dan ribuan budak dari segala macam suku. Jumlah budak itu kurang lebih setengah dari penghuni Kota Batavia. Orang Jawa dan Banten tidak diperbolehkan tinggal menetap di dalam kota setelah 1656. Pada tahun 1673, penduduk dalam kota Batavia berjumlah 27.086 orang. Terdiri dari 2.740 orang Belanda dan Indo, 5.362 orang Mardijker, 2.747 orang Tionghoa, 1.339 orang Jawa dan Moor (India), 981 orang Bali dan 611 orang Melayu. Penduduk yang bebas ini ditambah dengan 13.278 orang budak (49 persen) dari bermacam-macam suku dan bangsa (demikian Lekkerkerker). Gereja Immanuel di Gambir pada pertengahan abad ke 18 Sepanjang abad ke-18, kelompok terbesar penduduk kota berstatus budak. Komposisi mereka cepat berubah karena banyak yang mati. Demikian juga dengan orang Mardijker. Karena itu, jumlah mereka turun dengan cepat pada abad itu dan pada awal abad ke-19 mulai diserap dalam kaum Betawi, kecuali kelompok Tugu, yang sebagian kini pindah di Pejambon, di belakang Gereja Immanuel. Orang Tionghoa selamanya bertambah cepat, walaupun sepuluh ribu orang dibunuh pada tahun 1740 di dalam dan di luar kota. Oleh sebab itu, apa yang disebut dengan orang atau Suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Jawa, Arab, Bali, Sumbawa, Ambon, dan Melayu. Antropolog Univeristas Indonesia, Dr Yasmine Zaki Shahab MA menaksir, etnis Betawi baru terbentuk sekitar seabad lalu, antara tahun 1815-1893. Perkiraan ini didasarkan atas studi sejarah demografi penduduk Jakarta yang dirintis sejarawan Australia, Lance Casle. Di zaman kolonial Belanda, pemerintah selalu melakukan sensus, di mana dikategorisasikan berdasarkan bangsa atau golongan etnisnya. Dalam data sensus penduduk Jakarta tahun 1615 dan 1815, terdapat penduduk dari berbagai golongan etnis, tetapi tidak ada catatan mengenai golongan etnis Betawi. Rumah Bugis di bagian utara Jl Mangga Dua di daerah kampung Bugis yang imulai pada tahun 1690. Pada awal abad ke 20 ini masih terdapat beberapa rumah seperti ini di daerah Kota Hasil sensus tahun 1893 menunjukkan hilangnya sejumlah golongan etnis yang sebelumnya ada. Misalnya saja orang Arab dan Moors, orang Jawa dan Sunda, orang Sulawesi Selatan, orang Sumbawa, orang Ambon dan Banda, dan orang Melayu. foto pada kartu pos dari awal abad ke 20 menggambarkan rumah-rumah Tiong Hoa di Maester. Jalan ke kiri menuju pasar Jatinegara lama. Sedangkanjalan utama adalah Jatinegara Barat menuju arah selatan. Namun, pada tahun 1930, kategori orang Betawi yang sebelumnya tidak pernah ada justru muncul sebagai kategori baru dalam data sensus tahun tersebut. Jumlah orang Betawi sebanyak 778.953 jiwa dan menjadi mayoritas penduduk Batavia waktu itu. Antropolog Universitas Indonesia lainnya, Prof Dr Parsudi Suparlan menyatakan, kesadaran sebagai orang Betawi pada awal pembentukan kelompok etnis itu juga belum mengakar. Dalam pergaulan sehari-hari, mereka lebih sering menyebut diri berdasarkan lokalitas tempat tinggal mereka, seperti orang Kemayoran, orang Senen, atau orang Rawabelong. Pengakuan terhadap adanya orang Betawi sebagai sebuah kelompok etnis dan sebagai satuan sosial dan politik dalam lingkup yang lebih luas, yakni Hindia Belanda, baru muncul pada tahun 1923, saat Moh Husni Thamrin, tokoh masyarakat Betawi mendirikan Perkoempoelan Kaoem Betawi. Baru pada waktu itu pula segenap orang Betawi sadar mereka merupakan sebuah golongan, yakni golongan orang Betawi. Sejak akhir abad yang lalu dan khususnya setelah kemerdekaan (1945), Jakarta dibanjiri imigran dari seluruh Indonesia, sehingga orang Betawi - dalam arti apapun juga - tinggal sebagai minoritas. Pada tahun 1961, ’suku’ Betawi mencakup kurang lebih 22,9 persen dari antara 2,9 juta penduduk Jakarta pada waktu itu. Mereka semakin terdesak ke pinggiran, bahkan ramai-ramai digusur dan tergusur ke luar Jakarta. Walaupun sebetulnya, ’suku’ Betawi tidaklah pernah tergusur datau digusur dari Jakarta, karena proses asimilasi dari berbagai suku yang ada di Indonesia hingga kini terus berlangsung dan melalui proses panjang itu pulalah ’suku’ Betawi hadir di bumi Nusantara.