"Berubah Atau Punah"

Posted: Kamis, 26 Juni 2014 by Rizki Andriansyah in
0

Semuanya tersambung. Konektivitas akan menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini, seperti kontaminan dan perubahan iklim. Mereka tidak hanya tentang kontaminan di piring Anda. Mereka bukan hanya tentang es menipis. Mereka tentang isu kemanusiaan. Apa yang kita lakukan setiap hari dapat memiliki dampak yang sangat negatif terhadap seluruh cara hidup bagi seluruh rakyat yang jauh dari sumber tersebut.

Semua dari kita memiliki Allah dalam diri kita, bahwa Allah adalah roh yang menyatukan semua kehidupan, segala sesuatu yang ada di planet ini. Ini adalah suara yang mengatakan "saya harus melakukan sesuatu", dan saya yakin itu suara yang sama yang sedang berbicara kepada semua orang di planet ini, pada semua orang yang tampaknya prihatin dengan nasib dunia, dan nasib planet ini, bukan hanya saat ketika pohon terakhir telah mati dan sungai terakhir telah teracuni dan ikan terakhir telah tertangkap akan kita menyadari bahwa kita tidak bisa makan uang.


Oh Indah untuk langit penuh asbut, biji-bijian insecticided, Untuk keagungan gunung strip-ditambang di atas dataran aspal. Sungguh  hebat Amerika, mreka adalah orang gudang limbah di atas engkau, dan org yg teramat pintar menyembunyikan pohon-pohon pinus dengan tanda-tanda billboard mereka sebagai mentah senjata klub orang gua, dan rentetan kimia telah terlempar terhadap kain kehidupan makhlu-makhluk di planet ini.

Bumi memiliki kulit, kulit yang memiliki penyakit, penyakit yang disebut manusia. Alam, yang akan memerintahkan, harus dipatuhi. Saya percaya pada Tuhan, hanya saja saya mengejanya Alam.
Tidak ada penumpang di Bumi ini, Kita semua awak. Namun anda akan sangat lelah dalam berusaha untuk melindungi hewan dan habitat jika kami tidak pada saat yang sama meningkatkan kaum muda untuk menjadi pelayan yang lebih baik. Dengan cara mendoktrin mereka kalau Bumi adalah seorang ibu yang murah hati, dia akan menyediakan makanan melimpah banyak untuk semua anak-anaknya jika mereka akan tetap memupuk tanah ditempat mereka berdiri .


“Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang kita, kita meminjamnya dari anak-anak kita. “

Rindu keindahan

Posted: Kamis, 10 Oktober 2013 by Rizki Andriansyah in
0

            Kesendirianku yg dibuat  oleh keadaan
Korban dari segala nikmat hidup yg teramat indah
Malam ini, Jiwa ini sedang tidak ingin sendiri
Aku Ingin keluar dari bosan, aku ingin mendorong semua jenuh hingga jatuh
Aku lelah terpojok pada keadaan yang sangat menjemukan
Rindu keindahan yg dibalut dalam keramaian dan penuh dengan kasih sayang
Batin ini butuh nutrisi lebih untuk menahkodai langkah gentaiku
sebelum aku memulai lagi langkah baru ku menghadapi tantangan dunia
jiwa ini inginkan seseorang untuk berbagi saat ini
mendengarkan semua penatku, semua bosanku, semua keluhku, dan semua inginku
seseorang yg akan membantuku muntahkan semua rasa yang membuat kepalaku sakit
Jiwa ini rindu satu hati untuk berlabuh,
Setelah lelah bersembunyi di sudut kegelapan dan mengalir melawati terang menuju kehampaan
Harus berapa lama lagi jiwa ini harus berjalan dalam kegelapan dan meraba dalam keraguan?
Setelah aku kehilangan seseorang yang dulu sempat menjadi penerang jiwaku akibat badai yg menerjang ku
Tak ada yang memegang tanganku Dan tak ada yg mengerti lukaku
Sejak itu aku hidup dalam kebebasanku
Saat ini aku merasa jalan ini tak berujung,
Dan semakin menyeretku kedalam penantian panjang akan arah dan tujuan?
Kemana harus ku arahkan jiwa ini agar bisa mengakhiri perjalananku?
Tuhan, Jangan biarkan jiwa ini masuk kembali dalam rasa kehilangan yang mematikan
Dan jangan biarkan rasa sakit menjadi kesudahannya

Bukan Tipu - Tipu

Posted: Senin, 27 Mei 2013 by Rizki Andriansyah in
0

belajar mengerti dan menjalani semua tanpa ragu
tanpa disadari 1 pintu terbuka untuk masa depan
jangan cepat berpuas diri dan terus kembangkan rasa ingin tau
terus gali dan pahami
dari situ akan muncul sebuah pelajaran tentang tanggung jawab
ikhlas menjalani dan berhati hati dalam mengerjakan
bukan hanya sekedar mengerjakan 
baca dan pelajari semua yang ada disekitar
jauhi rasa sombong
selalu haus akan ilmu baru
mulai dari 0
dan akhiri dengan 0
ini hidup, dan hidup itu real
percaya bahwa nasib akan berubah
dan tanpa disadari kita telah membuka pintu masa depan 
dan menjadi orang yang berbeda

sendiri di tengah kebosanan

Posted: Selasa, 16 April 2013 by Rizki Andriansyah in
0

berdiriku d atas ribuan butir pasir
sejuk angin menyentuh wajahku 
sesaat ketika kutatap sang jingga senja yang pergi meninggalkanku
raungan ombak menyembul dalam sepi hutan yang tenang
mataku terpejam 
saat ku ingat ada ribuan beban menantiku diluar sana
inginnya aku berteriak
namun tak mungkin ku pecah hening yang sesaat hanya untuk semua bebanku
disini, ditempat ini
aku merasa bentang tanganku sedah cukup mampu merasakan nikmat hidup walau sesaat
karna ku yakin engkau akan pergi meninggalkan ku
menyisakan satu garis lurus dengan semburat jingga
dan aku berharap engkau kembali bersamaku 
saat semua hening 
aku ingin bersamamu sejauh apapun itu

aku disaat malam

Posted: Selasa, 09 April 2013 by Rizki Andriansyah in
0

sendiri dalam gelap
berteman gemuruh angin yang sesekali meniup basah letih dikening
termenung dalam sunyi malam mendekap kedua lutut
menatap wajah biru sang langit
berharap sebuah arti turun darinya
menanti kejelasan sebuah penantian tentang arti dari menunggu
tegarkan
jika memang sang hitam adalah jawaban dari senyum yang berujung luka

notasi mimpi kupu-kupu

Posted: Minggu, 10 Maret 2013 by Rizki Andriansyah in
0

ketika sebuah hati yakin atas apa yg ada saat ini
hanya getaran tubuh yang mampu kurasakan saat ku ingat kalau aku pernah terjatuh
ragu tuk melangkah dan bimbang tuk menjalani
seperti gelap malam yang hanya di temani bulan, tanpa hadirnya bintang
bercahaya, namun penuh dengan kehati hatian 
aku seperti merasa yang berlalu mengungkapkan karya kesadaran yang aku lakukan
membuka mata hati yg telah lama buta..
buta akan indahnya mencinta..
dan buta akan manisnya dicinta..

hatiku luluh terkapar menanti dihampiri
saat ini hanya malam yang mampu menemani diri menangisi sepi
jika memang aku ragu
tak ada yang harus ku ucapkan
aku tau allah selalu mendekapku
hanya keikhlasan hati
dan kesabaran diri, semoga apa yang ku rasakan ini
awal kebahagiaan yang ku nanti

dan selalu sadar gak semua dongeng bisa happy ending, apa lagi realita
seperti ikan yang dipaksa menjadi amphibi, tidak seperti notasi mimpi kupu-kupu

Teruntuk Mu Allah

Posted: Kamis, 03 Januari 2013 by Rizki Andriansyah in
0

Allah, kini kau tampakan lagi dua manusia sempurna kepadaku
Jaga mata ini agar tak salah memandang yang bukan hak ku
Ajari hati ini untuk menjaga kesempurnaan yang kau paparkan untukku
Jaga lisanku ketika ku ketika ingin mengucap sebuah keseriusan
Nanti ketika kusiap untuk sebuah kehalalan
Dan saat itu pula, akan ku tekuk kedua lututku untuk bersujud menghadapmu
Untuk meminta, agar kau tunjukkan yang mana sebuah anugrah untukku
Karena engkaulah yang mampu mencondongkan hati ini untuk menerima.
Lindungi kesempurnaan itu untuk yang kedua kalinya buat ku
Allah, bukanku tak mau untuk mengenal dan menyapanya
Izinkan aku tuk berpaling sebentar untuk memantapkan hatiku
Karena aku yakin, semua yg terbaik akan datang tepat waktu dan sesuai ketentuanmu
Untuk pendamping ku dan calon anak2 ku kelak
Serta mudahkanlah semua, ketika sampai kepada puncak letih penantianku y allah
"AMIN YA ROB.."